Jakarta, INDONEWS.ID – Buku Mamak Pulang karya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim bersama Budiman Hakim resmi diluncurkan di Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jalan Plaju, Jakarta Pusat, Selasa. Peluncuran buku ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-78 Chappy Hakim.

Acara tersebut dihadiri puluhan tamu undangan dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan militer, mantan pejabat negara, diplomat, tokoh nasional, hingga insan pers dan intelektual Indonesia. Asri Hadi, Pemimpin Redaksi Indonews.id, hadir sebagai undangan khusus atas undangan langsung Chappy Hakim.

Sejumlah tokoh penting tampak menghadiri peluncuran buku tersebut, di antaranya dua mantan Panglima TNI dari matra Angkatan Udara, yakni Marsekal TNI (Purn) Joko Suyanto dan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Kehadiran keduanya menjadi perhatian tersendiri dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Selain itu, hadir pula Ian Montratama dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Kolonel Sofan Yusdiananto dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), tokoh nasional dr. Hariman Siregar, serta sejumlah mantan menteri, mantan duta besar RI di berbagai negara, dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Chappy Hakim sekaligus mengapresiasi peluncuran buku Mamak Pulang.

Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi momentum literasi, tetapi juga ajang silaturahmi lintas generasi dan latar belakang, sekaligus penghormatan atas kiprah dan dedikasi Chappy Hakim bagi bangsa dan negara.

Profil Chappy Hakim

Pria kelahiran Yogyakarta pada 17 Desember 1947 ini adalah seorang tokoh militer Indonesia. Chappy Hakim pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) periode 2002 - 2005, menggantikan pejabat sebelumnya, Marsekal TNI Hanafie Asnan. Sebelum diangkat menjadi KSAU, ia menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI di Jakarta.

Chappy adalah alumnus Akademi TNI AU (AAU) angkatan 1971. Setelah menamatkan pendidikannya, ia kemudian mengawali karier di Skuadron 2 Halim Perdanakusumah pada 1973. Selanjutnya ia kemudian menjadi Komandan Skuadron 31 Lanud Halim Perdanakusumah (1989), Komandan Wing Taruna AAU (1992), Komandan Lanud Sulaiman Bandung (1995), serta Direktur Operasi dan Latihan TNI AU (1996).

Karier Chappy di AU melesat naik bersamaan dengan diangkatnya dia sebagai Gubernur AAU pada 1997. Prestasi itu kemudian dilanjutkan Chappy dengan menduduki posisi Asisten Personel AAU pada 1999 hingga akhirnya didaulat Danjen Akademi TNI sejak tahun 2000.

Selama masa pengabdiannya, Sarjana lulusan Universitas Terbuka ini telah menerima sejumlah penghargaan. Atas dedikasinya, Chappy menerima Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya serta Satyalencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV. Tak hanya itu, ia juga meraih Satyalencana GOM VIII Kalbar dan GOM IX Raksaka Dharma (Papua), Satyalencana Dwiwidya Sista, serta Satyalencana Seroja.

Chappy Hakim dikenal berani dan kritis terhadap setiap persoalan. Dalam peristiwa Bawean pada Juli 2002, misalnya, Chappy sebagai KSAU memerintahkan pesawat tempur F16 TNI AU untuk menghadang lima pesawat F/A 18 Honet milik AS yang Bermanuver di atas Pulau Bawean yang merupakan jalur penerbangan komersial.

Sejumlah pihak minilai langkah ini cukup berani mengingatkan pesawat tempur AS tersebut mengiringi kapal induk tenaga nuklir UUS Carl Vinson yang mengangkut seratus pesawat tempur. USS Carl Vinson berlayar dibarat laur Pulau Bawean dikawal dua fregat dan sebuah kapal perusak.

Tak hanya itu, dalam sejumlah kesempatan, Chappy kerap menerbangkan sendiri pesawat Hercules. Itu dilakukan Chappy, misalnya, saat kunjungan kerja KSAU ke Pangkalan TNI AU Hasanuddin, Lanud Adisutjipto dan Lanud Iswahyudi, Chappy menjadi pilot pesawat Hercules A-1341.

Chappy mengakhiri tugasnya sebagai KSAU pada tanggal 18 Februari 2005. Posisinya kemudian digantikan Djoko Suyanto yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi KSAU.

Setelah selesai dari dinas kemiliteran, Chappy lebih banyak menulis. Lebih dari 10 judul buku yang telah ia hasilkan. Disamping menulis buku, Chappy juga aktif menulis di blog pribadinya. Tulisan-tulisannya berkisar dari hal yang remeh temeh hingga pengalamannya di dunia penerbangan.

Buku bertajuk “Cat Rambut Orang Yahudi”adalah salah satu kumpulan hasil coretan Chappy di blog. Maka, tak salah jika Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan bernomor 3840 kepada Chappy Hakim sebagai Jendral pertama yang menerbitkan buku dari tulisan-tulisan di blognya.

Sejumlah buku yang di tulis Chappy Hakim telah diterbitkan. Buku-buku tersebut diantaranya, “Untuk Indonesiaku”, “Saksofon, Kapal Induk dan Human Error”, “Air Diplomacy”, “Dari Segara Angkasa”, “Chappy Hakim in Music and Song”, dan “Awas Ketabrak Pesawat Terbang”.